Atau lebih tepatnya selalu datang rasa ini, disaat aku tak ingin merasakannya...
pernah kuberfikir untuk lari dan melepas semua gerah yang menghantuiku...
namun disaat ku tersadar, rantai belenggu itu membelit kedua tangan dan kakiku, apa salah aku hanya ingin mengubur setiap keletihanku...
Senyum munafik dari kedua bibirku, seakan semakin membuatku muak dan ingin kuhapus semua itu...
aku ragu dengan eksistensi kehidupanku, seperti apakah aku yang sebenarnya....
aku merasa dipersimpangan jalan yang tak mampu aku memilih, dan tak ada yang menemaniku....
aku lelah..
aku letih...
aku muak....
ingin kuputar dan kuulang setiap detik hidupku, setiap menit kehidupanku..
hingga ku kembali menjadi PUTIH....................
Sungguh lucu aku mngibaratkan putih itu mawar putih tanpa
noda, tapi yah memang benar aku ingin putih tanpa noda dalam kehidupanku,tapi apa daya warna diriku telah menjadi kelabu, bahkan cenderung semakin gelap.......
haruskah aku tetap begini, terombang ambing dalam ketidakpastian dilema hidupku,
kusadari semua ini percuma, namun ku hanya dpat berharap , kumampu mengubah warna kelabu itu menjadi lebih cerah dan lebih berarti......

