Sunday, October 23, 2011

antara kebenaran dan pembenaran

Suatu realita kehidupan saat ini antara problematika kebenaran dan pembenaran. Tuntutan keadaan yang semakin sulit, tuntutan kekuasaan yang memaksakan. Membuat tipisnya sekat antara kebenaran dan pembenaran. lalu sebenarnya apa itu kebenaran dan apa itu pembenaran???
Ada beberapa teori tentang kebenaran yaitu :


1. Teori Corespondence ® menerangkan bahwa kebenaran atau sesuatu kedaan benar itu terbukti benar bila ada kesesuaian antara arti yang dimaksud suatu pernyataan atau pendapat dengan objek yang dituju/ dimaksud oleh pernyataan atau pendapat tersebut.
2. Teori Consistency ® Teori ini merupakan suatu usah apengujian (test) atas arti kebenaran. Hasil test dan eksperimen dianggap relible jika kesan-kesanyang berturut-turut dari satu penyelidik bersifat konsisten dengan hasil test eksperimen yang dilakukan penyelidik lain dalam waktu dan tempat yang lain.
3. Teori Pragmatisme ® Paragmatisme menguji kebenaran dalam praktek yang dikenal apra pendidik sebagai metode project atau medoe problem olving dai dalam pengajaran. Mereka akan benar-benar hanya jika mereka berguna mampu memecahkan problem yang ada. Artinya sesuatu itu benar, jika mengmbalikan pribadi manusia di dalamkeseimbangan dalam keadaan tanpa persoalan dan kesulitan. Sebab tujuan utama pragmatisme ialah supaya manusia selalu ada di dalam keseimbangan, untuk ini manusia harus mampu melakukan penyesuaian dengan tuntutan-tuntutan lingkungan.
4. Kebenaran Religius ® Kebenaran tak cukup hanya diukur dnenga rasion dan kemauan individu. Kebenaran bersifat objective, universal,berlaku bagi seluruh umat manusia, karena kebenaran ini secara antalogis dan oxiologis bersumber dari Tuhan yang disampaikan melalui wahyu.

Sedangkan pembenaran adalah perihal membenarkan suatu hal. Lalu yang manakah yang saat ini jamak digunakan... antara mencari suatu kebenaranan atau berusaha membenarkan.
Mungkin untuk saat ini pembenaran lebih lazim dan jamak digunakan, tak hanya di lingkup kecil, di tingkat negarapun sudah suatu hal umum, jika tak menemukan kebenaran maka akan mencari pembenaran. yang menjadi masalah... di dasarkan oleh apakah pembenaran itu??? akankah dari Tuhan, akal manusia, atau hanya berdasarkan tuntutan keadaan dan kepentingan sepihak....
itulah hal yang menjadi Tugas kita sebagai generasi muda, belajar mencari kebenaran bukan berupaya melakukan pembenaran....

No comments:

Post a Comment